3 Surat Sunah Salat Witir Lengkap Bacaan & Artinya

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Feb 2026 12:30 3 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.idSalat Witir merupakan salat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan, terutama sebagai penutup ibadah malam setelah salat Tarawih atau Tahajud. Untuk memperkuat pahala, terdapat beberapa surat Al-Quran yang disunnahkan dibaca saat Witir.

Apa Itu Salat Witir?

Berdasarkan buku Panduan Lengkap Ibadah: Menurut Al-Quran, Al-Sunnah dan Pendapat Para Ulama oleh Muhammad Al-Baqir, salat Witir dikerjakan antara Isya hingga Subuh, dengan jumlah rakaat ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Bentuk yang umum adalah tiga rakaat: dua rakaat diikuti satu salam, atau tiga rakaat sekaligus.

3 Surat Disunnahkan Saat Witir

Dikutip dari 99 Doa & Dzikir Harian Untuk Anak oleh Aan W dan Dian K, Nabi Muhammad SAW biasa membaca Surat Al-A’laa, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas saat salat Witir, lalu mengucapkan Subhaanal malikil qudduus tiga kali setelah salam. Berikut bacaan dan artinya:

1. Surat Al-Ala

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ ۝١ الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ ۝٢ وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ ۝٣ وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ ۝٤ فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ ۝٥ سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓۖ ۝٦ اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُۗ اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ ۝٧ فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ ۝٩ سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ ۝١٠ وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ ۝١١ الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ ۝١٢ ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ ۝١٣ قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ ۝١٤ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ ۝١٥ بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ ۝١٦ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ ۝١٧ اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ ۝١٨ صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰىࣖ ۝١٩

Sabbiḫisma rabbikal-a’lâ. Alladzî khalaqa fa sawwâ. Walladzî qaddara fa hadâ. Walladzî akhrajal-mar’â. Fa ja’alahû ghutsâ’an aḫwâ. Sanuqri’uka fa lâ tansâ. Illâ mâ syâ’allâh, innahû ya’lamul-jahra wa mâ yakhfâ. Wa nuyassiruka lil-yusrâ. Fa dzakkir in nafa’atidz-dzikrâ. Sayadzdzakkaru may yakhsyâ. Wa yatajannabuhal-asyqâ. Alladzî yashlan-nâral-kubrâ. Tsumma lâ yamûtu fîhâ wa lâ yaḫyâ. Qad aflaḫa man tazakkâ. Wa dzakarasma rabbihî fa shallâ. Bal tu’tsirûnal-ḫayâtad-dun-yâ. Wal-âkhiratu khairuw wa abqâ. Inna hâdzâ lafish-shuḫufil-ûlâ. Shuḫufi ibrâhîma wa mûsâ.

Artinya: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya), yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, dan yang menumbuhkan (rerumputan) padang gembala, lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (Al-Quran) kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa, kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Kami akan melapangkan bagimu jalan kemudahan (dalam segala urusan). Maka, sampaikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran, sedangkan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, (yaitu) orang yang akan memasuki api (neraka) yang besar. Selanjutnya, dia tidak mati dan tidak (pula) hidup di sana. Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri (dari kekafiran) dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia sholat. Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya (penjelasan) ini terdapat dalam suhuf (lembaran-lembaran) yang terdahulu, (yaitu) suhuf (yang diturunkan kepada) Ibrahim dan Musa.”

2. Surat Al-Kafirun

Qul yâ ayyuhal-kâfirûn. Lâ a’budu mâ ta’budûn. Wa lâ antum ‘âbidûna mâ a’bud. Wa lâ ana ‘âbidum mâ ‘abattum. Wa lâ antum ‘âbidûna mâ a’bud. Lakum dînukum wa liya dîn.

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah. Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

3. Surat Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ۝٤

Qul huwallâhu aḫad. Allâhush-shamad. Lam yalid wa lam yûlad. Wa lam yakul lahû kufuwan aḫad.

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

Dengan membaca ketiga surat ini saat salat Witir, ibadah malam akan semakin sempurna dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA